Jumat, 22 April 2011

BREAK FREE

Kurun beberapa waktu, Blackberry mendominasi hampir seluruh orang di seluruh dunia dengan aplikasi BBMnya. Banyak orang berpikir bahwa aplikasi BBM ini sangat membantu untuk berhubungan dengan orang lain secara mudah dengan menyajikan beberapa layanan seperti share image, video, file, songs. Tetapi aplikasi BBM ini hanya dapat kita nikmati apabila kita menggunakan ponsel Blackberry, dimana kita harus bertukar PIN untuk bisa berkomunikasi dengan orang lain lewat BBM ini.

Sekarang, sudah waktunya untuk chat dengan semua orang di semua jenis ponsel. NOKIA menyajikan “WhatsApp” sebagai solusinya. Dengan WhatsApp kita tidak hanya bisa berkomunikasi dengan sesama jenis ponsel saja, aplikasi ini dapat digunakan di berbagai OS mulai Symbian, Iphone, BB, Android. Untuk NOKIA Series 40 akan segera release agar dapat menikmati aplikasi WhatsApp Messenger ini.
Dengan WhatsApp kita bisa mengirimkan audio note, foto, video, share link, dan juga share location dengan teman kamu. Gabung sekarang dan ikut BREAK FREE untuk chat dengan semua orang di jenis ponsel.

Selasa, 05 April 2011

back to indie

Yeah….Indie Musik. Saya kira istilah “Indie” baru popular di pertengahan tahun 90an yang lalu. Mungkin Indonesia lebih menyebutnya dengan kata ”Underground” bagi musik yang menyimpang dari tren budaya mainstream, yang terdapat varian musik di dalamnya seperti grunge, hip hop, melodic punk, britpop tentunya. Sejak itulah banyak bermunculan komunitas/band” indie di beberapa kota di indonesia, dan tentunya kota saya Malang. Dan seiring waktu kata ”Underground” diganti dengan ”Indie” karena mungkn terlalu metal buat kalangan pecinta musik indie sendiri.
Pure Saturday, menjadi tonggak band” dengan aliran selain metal yang membuat album rekaman sendiri. Band ini mencetak album pertamanya pada tahun 1995 bertajuk ’Not A Pup E.P’. Selanjtnya, booming indie semakin menggila ketika Mocca (band pop asal Badung) sukses menembus pasar denga penjualan CDnya yang mencapai 100.000 copy. Keberhaslan Mocca jelas membawa dampak bagi perkembangan band” lainnya seperti SID,Puppen,Shaggy Dogyang turut meramaikan musik indie di Indonesia kala itu.
Beberapa band bahkan mendapatkan tempat di kancah musik Indonesia seperti Efek Rumah Kaca,The Upstairs,The Sigit,The Brandals,Teenage Deadstar,Wite Shoes And The Couple Company di hati para pecinta musik indie. Band” ini bahkan membuktikan bahwa kualitas musik mereka tidak kalah dengan band” label besar. Bahkan penyebaran karya mereka bisa dibilang Unique dan bertolak belakang dengan produser musik mainstream. Saluuuut.....


KOIL merilis album ”Black Shines On” dengan membagikan CD mereka sebagai bonus majalah Rolling Stones Indonesia. Langkah ini lalu diikuti NAIF, yang sebelumnya The Upstairs juga melepas lagu mereka secara gratis lewat situs My Space. Langkah ini tak lepas dari influence mereka dari luar negeri (RadioHead,Cold Play,etc).
Idealisme bukan hanya mereka maknai dalam distribusi dan produksi di album mereka, tetapi juga dalam karya mereka yang jujur dalam mengambil fenomena yang ada di Indonesia sekarang.
Sekali lagi saluut buat mereka....Support Your Local Indie Movement!!!